tag
#data-ai
22 catatan
  • 12 Juli 2026 12:20

    Aturan Baru “Rem” E-Commerce, UMKM Lokal Makin Terlindungi

    20260712122046.jpg

    Pemerintah rombak ekosistem e-commerce lewat 3 regulasi. Permendag 19/2026 wajibin platform kayak Shopee, TikTok Shop, Tokopedia lebih transparan dan kasih visibilitas algoritma buat produk UMKM lokal.

    PMK 37/2025 bikin marketplace mungut pajak PPh 0,5% otomatis buat pedagang beromzet di atas Rp500 juta/tahun, biar pengusaha besar nggak ngaku-ngaku UMKM buat ngindarin pajak. UMKM kecil tetap bebas pajak.

    Sementara warisan Permendag 31/2023 larang jualan langsung di medsos tanpa izin e-commerce, plus larang barang impor di bawah USD 100 masuk bebas. Ini yang lindungin produk tekstil, kosmetik, dan kerajinan lokal dari predatory pricing, sekaligus maksa TikTok gandeng Tokopedia biar legal.

    Intinya, e-commerce nggak bisa asal bakar duit lagi, harus mulai bina UMKM dan rapiin pajak.

    Tautan disalin!
  • 12 Juli 2026 11:23

    🚀 Pasar E-Commerce Indonesia Makin Panas

    20260712112335.jpg

    Indonesia tetap menjadi pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara. 📈 Nilai pasar diproyeksikan mencapai sekitar USD 104,21 miliar pada 2026 dengan pertumbuhan sekitar 15% per tahun hingga 2031.

    💡 Pendorong utamanya meliputi live commerce, video pendek, ekspansi ke kota tier 2–3, serta pembayaran digital seperti QRIS dan PayLater yang makin populer.

    🏆 Persaingan platform juga semakin ketat.

    👉 Shopee masih memimpin dengan pangsa sekitar 47,5%.

    👉 TikTok Shop mengejar di posisi kedua dengan 33,4% berkat kekuatan video dan live streaming.

    👉 Tokopedia, Lazada, dan Blibli tetap bersaing melalui keunggulan di kategori serta ekosistem masing-masing.

    📌 Tren ke depan menunjukkan persaingan akan semakin berfokus pada konten video, afiliasi, dan pengalaman belanja yang lebih interaktif.

    Tautan disalin!
  • 11 Juli 2026 23:28

    Bluesky, Alternatif X yang Makin Dilirik

    20260711232829.jpg

    Bluesky adalah platform microblogging berbasis AT Protocol yang mengusung konsep media sosial terdesentralisasi.

    📌 Pengguna bebas memilih feed, membawa data akun, bahkan berpindah penyedia layanan tanpa kehilangan identitas digital.

    📈 Penggunanya telah menembus 43 juta+ akun dan tumbuh pesat setelah berbagai kontroversi di X.

    🌍 Komunitas terbesarnya berasal dari AS, Inggris, Jepang, Jerman, dan Kanada. Penggunanya didominasi jurnalis, kreator, akademisi, hingga komunitas fandom.

    🇮🇩 Di Indonesia, adopsinya masih naik turun. Banyak pengguna datang saat X menuai kontroversi, tetapi sebagian kembali karena interaksi dan berita tercepat masih berpusat di X.

    💡 Pengguna lokal didominasi kreator, pegiat teknologi, dan komunitas pop culture berusia 18–34 tahun.

    Tautan disalin!
  • 11 Juli 2026 12:29

    Perbedaan Mbps dan MB/s, Jangan Sampai Keliru!

    20260711122955.jpg

    Sering salah paham soal kecepatan internet? Kuncinya ada di huruf b dan B.

    Mbps (Megabit per second) dipakai untuk mengukur kecepatan koneksi internet dari ISP.

    MB/s (MegaByte per second) dipakai untuk mengukur kecepatan transfer file saat download atau upload.

    Ingat rumus sederhananya: 1 Byte = 8 bit

    Artinya, jika paket internet Anda 100 Mbps, kecepatan download maksimalnya sekitar:

    100 ÷ 8 = 12,5 MB/s

    Jadi, file berukuran 50 MB secara teori bisa selesai diunduh dalam waktu sekitar 4 detik, tergantung kondisi jaringan dan server tujuan.

    Jangan tertukar lagi ya, karena Mbps dan MB/s bukan satuan yang sama.

    Tautan disalin!
  • 11 Juli 2026 08:41

    Media Sosial Masuk Era Fediverse

    20260711084126.jpg

    Kejenuhan terhadap algoritma, iklan, bot, dan kontrol platform mendorong lahirnya era media sosial terdesentralisasi.

    Bluesky memakai AT Protocol, sehingga identitas, pengikut, dan konten bisa dibawa ke aplikasi lain. Pengguna juga bebas memilih algoritma atau feed sesuai minat.

    Threads mulai terhubung ke Fediverse melalui ActivityPub. Pengguna dapat berinteraksi dengan platform lain seperti Mastodon tanpa harus berada di ekosistem yang sama.

    Lemmy menjadi alternatif Reddit berbasis Fediverse dengan forum komunitas dan server independen, sehingga tidak bergantung pada satu pengelola.

    Ke depan, media sosial bukan lagi soal aplikasinya, tetapi protokol yang menghubungkan semuanya, layaknya email yang bisa saling berkirim lintas layanan.

    Tautan disalin!
  • 11 Juli 2026 07:55

    Jejaring Sosial Mastodon, Alternatif yang Fokus pada Privasi

    20260711075517.jpg

    Mastodon adalah platform microblogging open-source yang sekilas mirip X, tetapi tidak dimiliki satu perusahaan. Platform ini berjalan di ribuan server independen yang saling terhubung melalui **ActivityPub **dalam jaringan Fediverse.

    Keunggulannya ada pada feed kronologis tanpa algoritma manipulatif, bebas iklan, serta moderasi yang dikelola masing-masing komunitas. Pengguna juga bisa berpindah server tanpa kehilangan pengikut.

    Saat ini Mastodon memiliki sekitar 10–15 juta akun dengan sekitar 1,5 juta pengguna aktif bulanan. Di Indonesia, penggunanya masih didominasi komunitas open-source, pegiat privasi, dan sebagian mantan pengguna X.

    Meski sempat menerima gelombang migrasi dari X, sebagian besar pengguna tetap memilih platform sesuai kebutuhan. X masih unggul untuk tren dan viralitas, sedangkan Mastodon lebih dipilih untuk diskusi yang tenang, komunitas sehat, serta kontrol data yang lebih baik.

    Tautan disalin!
  • 11 Juli 2026 07:19

    Tren Pengguna Prabayar Indonesia 2026

    20260711071928.jpg

    Pengguna prabayar kini semakin kritis dalam memilih operator. Pertimbangan utamanya bukan lagi sekadar harga, tetapi juga efisiensi biaya, kemudahan layanan digital, dan kualitas jaringan.

    Mayoritas pelanggan lebih memilih kuota utama tanpa batasan lokasi atau aplikasi, serta mempertahankan satu nomor utama untuk kebutuhan perbankan, media sosial, dan layanan digital. Rata-rata pengeluaran berada di kisaran Rp50–100 ribu per bulan, sedangkan sebagian pengguna aktif seperti Gen Z dan pekerja digital mencapai Rp100–150 ribu. Selain kuota besar, stabilitas jaringan dan latensi rendah juga menjadi faktor penting.

    Di sisi lain, adopsi eSIM terus meningkat, pembelian paket semakin didominasi aplikasi operator dan dompet digital, paket yang bisa dikustomisasi makin diminati, serta layanan yang menggabungkan internet rumah dan seluler mulai menarik perhatian pengguna.

    Tautan disalin!
  • 11 Juli 2026 07:09

    Peta Operator Seluler Indonesia 2026

    20260711070908.jpg

    Industri seluler prabayar Indonesia kini didominasi tiga pemain besar hasil konsolidasi pasar.

    🥇 Telkomsel (simPATI, by.U, Halo) tetap memimpin dengan pangsa pasar sekitar 37,9–45%, ditopang jangkauan sinyal yang luas hingga pelosok.

    🥈 Indosat Ooredoo Hutchison (IM3, Tri) berada di posisi kedua dengan sekitar 35,5%, tumbuh lewat paket data yang kompetitif dan basis pengguna kuat di wilayah urban maupun sub-urban.

    🥉 XL Smart (XL, Axis, Smartfren) menempati posisi ketiga dengan sekitar 26,7% setelah merger XL Axiata dan Smartfren, serta berfokus pada pengembangan layanan digital.

    Mayoritas pelanggan prabayar menghabiskan Rp50–100 ribu per bulan untuk paket internet. Di sisi lain, tren penggunaan juga bergeser dari multi-SIM ke single-SIM, sehingga jumlah kartu aktif di industri terus menurun.

    Tautan disalin!
  • 9 Juli 2026 12:01

    4 besar aplikasi chat dunia

    20260709120101.jpg

    Telegram kini sudah tembus 1 miliar pengguna aktif, tapi masih ada 3 aplikasi yang berada di atasnya.

    🥇 WhatsApp (3 miliar) masih jadi raja global berkat kemudahan, sinkron kontak, dan enkripsi bawaan.

    🥈 WeChat (1,41 miliar) menguasai Tiongkok sebagai super app. Bukan cuma buat chat, tapi juga bayar, belanja, pesan transportasi, hingga akses layanan publik.

    🥉 Facebook Messenger (1,01 miliar) masih kuat di Amerika Utara, Australia, dan beberapa negara karena terintegrasi langsung dengan Facebook.

    🏅 Telegram (1 miliar) kini menempel sangat dekat di posisi keempat. Dengan pertumbuhan pesat lewat komunitas, Web3, game kripto, dan fitur yang terus berkembang, peluang menyalip Messenger semakin terbuka.

    Menurutmu, beberapa tahun lagi Telegram bisa naik ke posisi 3?

    Tautan disalin!
  • 9 Juli 2026 06:05

    Telegram makin besar, Indonesia masuk 3 besar!

    20260709060551.jpg

    Telegram kini tembus 1 miliar pengguna aktif bulanan, jadi aplikasi chat terbesar ke-4 di dunia. Yang bikin bangga, Indonesia ada di posisi ke-3 global dengan sekitar 27,2 juta pengguna aktif, hanya kalah dari India dan Rusia.

    Meski WhatsApp masih jadi pilihan utama buat chat sehari-hari, Telegram punya keunggulan yang bikin banyak orang betah: grup hingga 200 ribu anggota, channel untuk jutaan subscriber, penyimpanan cloud, kirim file besar, bot otomatis, sampai Secret Chat yang lebih menjaga privasi.

    Sekarang Telegram juga berkembang jadi lebih dari sekadar aplikasi chatting. Dengan dukungan Web3, TON, dan Mini Apps, Telegram mulai membangun ekosistem digital yang jauh lebih luas.

    Kalau dipakai maksimal, Telegram bukan cuma tempat ngobrol, tapi juga media komunitas, bisnis, dan distribusi konten.

    Tautan disalin!
Menampilkan 10 dari 22